30 Juni 2018
  • Travel

Bumi memiliki bentangan alam yang luas dan menawarkan berjuta pemandangan indah. Meski demikian, keindahan lekuk bumi tidak akan bertahan lama dan abadi. Perubahan iklim, bencana alam, dan berubahnya gaya hidup manusia menjadi penyebab yang mengancam keberadaan objek wisata yang selama ini terkenal dengan keindahan alamnya.

Siapa sangka, ada sejumlah destinasi wisata terkenal di dunia ini terancam punah yang dikarenakan faktor perubahan iklim yang tersebut. Oleh karena itu destinasi ini wajib masuk daftar libur jika kalian tidak mau terlambat dan kehilangan momen untuk melihat keindahan destinasi-destinasi terbaik dunia. Destinasi wisata ini diprediksi akan hilang dalam pada akhir abad ini. 

 

Pulau Komodo

Siapa yang sangka, pulau yang ada di negeri ini menjadi salah satu objek wisata alam yang terancam punah. Telah lama menjadi pemikat para wisatawan dan fotografer sebagai kawasan konservasi komodo dan spesies bawah laut, hari ini Pulau Komodo dan perairan di sekitarnya menjadi salah satu kawasan di Indonesia yang terancam hilang. Pemutihan karang dan pengasaman laut memberikan kontribusi terbesar bagi terbunuhnya banyak terumbu karang di perairan. Sementara kenaikan populasi manusia dan kunjungan wisatawan juga mengubah dengan cepat wajah Pulau Komodo yang dahulu dikenal sebagai pulau tak tersentuh. Berkunjunglah sekarang, sebelum pulau ini hilang dan hanya menjadi legenda. Begitu banyak turis berduyun-duyun ke pulau itu untuk melihat lebih dekat seekor komodo. Dengan banyak wisatawan yang datang, berdampak terhadap kondisi Komodo itu. 

 

Maladewa

Tahun 2017 lalu, sebuah studi yang dimuat dalam jurnal nature menyebutkan kalau perubahan iklim telah menyebabkan permukaan air laut meningkat, dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Maladewa merupakan salah satu negara kepulauan yang letaknya paling rendah di dunia jadi jelas Maladewa menjadi tempat yang paling berisiko tenggelam karena naiknya permukaan air laut. Maladewa sebenarnya adalah destinasi kepulauan beriklim tropis yang indah, dengan air laut sejernih kristal, serta sejumlah pantai unik yang bahkan bisa menyala dalam gelap.

 

Venesia

Apakah kalian salah satu dari jutaan orang yang bermimpi untuk pergi menaiki gondola romantis di kanal-kanal kota Venesia? Jika iya, mungkin sahabat sporto harus secepatnya menabung dan memesan tiket ke sini.

Karena kenaikan air laut dan proses tektonik yang terjadi secara alamiah, Scripps Institution of Oceanography menyebutkan bahwa kota apung Venesia mulai tenggelam sebanyak 1-2 milimeter per tahunnya. Bisa bayangkan akan seperti apa kota Venesia dalam satu atau dua dekade ke depan ya guys?

 

Great Barrier Reef, Australia

Great Barrier Reef merupakan kumpulan terumbu karang terbesar dan terindah di dunia. Pesonanya, sayangnya, mulai meredup karena perbuatan manusia, perubahan iklim, polusi, cuaca yang ekstrem serta merebaknya spesies bintang laut di lingkungan ini.

Terumbu karang di Great Barrier Reef juga mengalami pengasaman skala besar yang disebabkan karena meningkatnya suhu air laut. Pengasaman ini membuat terumbu karang mengalami proses bleaching, yang membuat mereka berubah warna dan memutih.

Sayangnya menurut Australian Institute of Marine Science, lebih dari setengah terumbu karang di Great Barrier Reef telah hilang sejak tahun 1980-an. Para ahli bahkan memprediksi bahwa sisanya juga bisa hilang dalam kurun waktu 20 tahun.

 

Antartika

Musim panas di belahan bumi selatan menyebabkan lempeng es laut mengecil. Antartika merupakan rumah bagi begitu banyak spesies fauna yang langka, termasuk penguin, paus orca dan anjing laut leopard.

Studi di tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal nature memprediksi, kalau lempeng es yang seharusnya permanen mulai menyusut hampir 25 persen hingga di akhir abad ini. Dan mayoritas, es yang mencair ini akan terjadi di Semenanjung Antartika.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar