12 November 2018
  • Kesehatan

Mungkin kalian pernah mendengar sebuah mitos yang menyatakan bahwa ibu hamil naik pesawat adalah sesuatu yang berbahaya. Ditakutkan, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi janin dalam kandungan. Namun apakah anggapan itu benar sesuai ilmu medis? Naik pesawat saat hamil seringkali menjadi problematika tersendiri bagi ibu hamil, apalagi jika usia kandungan sudah tua dan menuju fase persalinan.

Sebenarnya bepergian menggunakan pesawat tergolong aman bagi ibu – ibu yang menjalani kehamilan dengan tubuh sehat. Namun tetap ada aturan tersendiri yang harus dipatuhi sebelum bepergian lewat udara.

 

Fakta Ilmiah

Bagi bumil yang bimbang akan memesan tiket pesawat, naik pesawat sebelum usia kehamilan berusia 36 minggu masih terhitung aman jika si calon ibu mengalami kehamilan yang sehat. Akan tetapi, tidak semua ibu mempunyai kehamilan yang sehat, seperti mengalami pusing dan mual akibat rasa ngidam yang berlebihan. Lebih lanjut lagi, bumil diperbolehkan untuk melakukan perjalanan melalui pesawat jika kehamilan sudah memasuki trimester kedua atau berusia 14 minggu – 27 minggu, karena resikonya lebih rendah. Sebab, usia kandungan sebelum 14 minggu dapat menyebabkan keguguran, dalam kasus terparah.

Sebagai gambaran, menurut sejumlah spesialis kandungan dan kebidanan menyebutkan, jika penerbangan berlangsung lebih dari 5 jam, ibu hamil dapat berisiko mengalami deep vein thrombosis, lho.

 

Bagaimana Kondisi Kehamilan Terhadap Perubahan Suhu di Pesawat?

Suhu dalam pesawat telah diatur dengan suhu tertentu yang sesuai dengan standar penerbangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga prosedur keamanan penerbangan. Perubahan suhu yang terjadi dalam pesawat biasanya juga dilakukan ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu. Efek perubahan suhu ini bisa membuat ibu hamil merasa mual dan muntah. Bahkan beberapa ibu hamil bisa mengalami sakit kepala yang sangat hebat. Tapi beberapa ibu hamil bisa juga tidak mengalami hal ini. Tips : Naik pesawat untuk ibu hamil yang masuk ke trimester pertama sebaiknya berhati-hati dengan perubahan suhu ini. Perubahan suhu ini bisa membuat tubuh menjadi lemah, mual, sakit kepala dan kondisi kesehatan yang menurun. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya ibu hamil yang baru masuk ke trimester pertama sebaiknya lebih baik untuk menyediakan beberapa obat anti mual khusus dan minum cukup air mineral.

 

Kesimpulan: Ibu hamil boleh naik pesawat?

Ibu hamil melakukan perjalan menggunakan pesawat boleh-boleh saja, selama tidak ada tanda-tanda komplikasi atau keluhan yang dirasakan pada kehamilan tersebut. Idealnya Ibu hamil diizinkan berpergian naik pesawat pada trimester kedua hingga di minggu-minggu awal trimester ketiga. Karena saat itu, Ibu hamil sudah melewati masa-masa “Morning Sickness” yang biasa dialami pada saat wanita hamil muda yang dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan saat perjalanan Ibu karena mual muntah yang dialaminya. Akan tetapi pada trimester pertama. Kehamilan juga bisa dinyatakan aman menggunakan pesawat apabila Ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah yang berlebihan seperti yang disebutkan tadi.

Memasuki akhir-akhir kehamilan, tentu kandungan Ibu sudah semakin membesar dan biasanya Ibu hamil akan lebih cepat merasa lelah, hal ini tentu tidak baik untuk kehamilan Ibu, karena faktor kelahan bisa menjadi salah satu sebab Ibu melahirkan secara prematur.

Selain itu, kekhawatiran selama ini akan efek radiasi dari sistem keamanan bandara yang menggunakan Body Scanner juga tidak sepenuhnya benar. Radiasi yang dipancarkan Body Scanner bandara berjumlah sangat kecil dan tidak membahayakan janin yang dikandung oleh Ibu hamil.

 

Jika kalian Ibu – Ibu Hamil memang diharuskan bepergian menggunakan pesawat, ikutilah tips berikut ini :

  • Selalu cek terlebih dahulu kebijakan maskapai pesawat mengenai aturan yang mereka terapkan bagi penumpang wanita yang sedang hamil.
  • Minumlah air mineral yang banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung gas karena akan membuatmu tidak nyaman, seperti brokoli dan minuman berkarbonasi.
  • Kencangkan sabuk pengaman di bawah perut.
  • Jangan memakai pakaian ketat karena dapat memperburuk aliran darah. Ketika di pesawat, seringkali terjadi gangguan kram atau pembengkakan pada kaki, nyeri, serta kemerahan di bagian belakang kaki. Untuk mengatasinya, bumil dapat menggunakan compression stocking. Kalian harus memakainya mulai dari bangun pagi sebelum terbang sampai ke tujuan. Selain itu, berjalanlah sedikit selama 4 – 5 menit setiap jamnya.

 

Namun akan jauh lebih baik apabila Ibu hamil juga berkonsultasi dengan Dokter kandungan sebelum memutuskan untuk bepergian kesuatu tempat. Hal ini untuk memastikan kondisi kehamilan tersebut benar-benar aman tanpa resiko saat berada pada ketinggian ketika melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar