24 November 2018
  • Gaya Hidup

Pada dasarnya, media social diciptakan agar dapat mempendek jarak, menghemat waktu, biaya dan tenaga kita untuk bisa tetap berkomunikasi dengan teman, kerabat, dan keluarga. Namun jika hal ini tidak disikapi dengan baik, penggunaan media social terbukti dapat merusak rumah tangga, karena malah jadi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Di Amerika Serikat, sebuah survei yang diadakan oleh American Academy of Matrimonial Lawyers bahwa perceraian akibat media sosial meningkat sebanyak 80 persen. Di Indonesia, angka perceraian dengan alasan terkait media sosial juga meningkat dari tahun ke tahun. Di Probolinggo, misalnya. Mulai tahun 2013 muncul kasus cerai karena Facebook. Facebook menjadi pemicu ketidakharmonisan keluarga. Bagaimana media sosial dapat merusak rumah tangga? Berikut ini 10 cara diantaranya:

 

Lebih lama ber-media social daripada bersama keluarga

Di Amerika Serikat, ada kasus perceraian yang terjadi karena sang istri sangat suka ber-media social hingga melalaikan anak dan suaminya. Hal ini sangat banyak terjadi di tempat lain, bahkan di Indonesia sendiri. Padahal, keluarga adalah orang terdekat kita, yang selalu hadir disaat kita membutuhkan. Jika suatu hari kita sakit, apakah teman-teman online tersebut akan datang membantu, merawat dan membayar biaya pengobatan? Tidak. Pada akhirnya yang bersedia 24 jam merawat kita adalah keluarga.

 

Menjadi sarana untuk selingkuh

Dengan media social, kita bisa dengan mudah bertemu dengan semua orang, termasuk sang mantan. Ketika media social dijadikan sarana untuk selingkuh, maka kehancuran keluarga hanyalah menunggu waktu.

 

Mengumbar masalah rumah tangga

 

Rumah tangga juga bisa berantakan jika salah satu, suami atau istri atau bahkan keduanya saling mengumbar masalah rumah tangga atau saling membanding-bandingkan  hubungan dengan orang lain di media social.  Hal ini terdengar sepele, namun tidak ada orang yang suka aib-nya dibuka di depan umum, apalagi oleh suami atau istri sendiri. Hal ini akan menimbulkan pertengkaran yang kemudian menuju ke perceraian.

 

Oleh karena itu, media social memang banyak manfaatnya, tetapi bisa menimbulkan banyak masalah juga. Untuk itu bijaklah dalam menggunakan media social, jauhkanlah diri dari keburukannya, dan ambil kebaikannya saja untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga.  Yang terpenting adalah jangan terlalu berlebihan dalam ber-media sosial.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar