07 November 2018
  • Kesehatan / Gaya Hidup

Saat ini banyak makanan yang dijual dengan menggunakan kemasan styrofoam, karena kemasan ini dinilai lebih efektif dan effisien. Namun banyak orang yang merasa khawatir mengenai keamanan dari kemasan berwarna putih ini.

Kekhawatiran ini terjadi karena beredar kabar yang menyatakan kemasan makanan yang mengandung polistirena ini berbahaya bagi kesehatan tubuh, yaitu dapat mengakibatkan kanker. Sementara itu, Badan POM Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan kemasan styrofoam ini masih di batas aman bagi kesehatan, jika penggunaannya tidak berlebihan.

Dra. Ani Rohmaniyati Msi,. Kasubdit Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya, Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, BADAN POM Indonesia, mengatakan bahwa BPOM telah dilakukan pengujian terhadap kemasan styrofoam, sejak tahun 2009, dan memberikan pernyataan bahwa kemasan styrofoam aman untuk digunakan.

Pada tahun 2009, BPOM telah melakukan penelitian independen untuk 17 kemasan berbahan polistirena. Dalam 17 kemasan tersebut ditemukan bahwa residu ppm masih dalam angka yang sangat aman, yakni 10 - 43 ppm. Angka ini jauh di bawah level berbahaya untuk residu kemasan makanan. Sayangnya, orang Jakarta menggunakan 2-3 kali kemasan, ini yang tidak dianjurkan karena batas residu stirena dari styrofoam tidak boleh lebih dari 5000 ppm.

Untuk itu, Ani mengatakan pemakaian yang terlalu sering dapat meningkatkan angka residu di dalam tubuh. Residu tersebut, menurut Ani berpindah ketika styrofoam terkena makanan. Oleh karena itu, satu hal yang bisa kita lakukan untuk membantu mencegah pemakaian styrofoam yang berulang, yaitu pastikan untuk selalu merusak atau menghancurkan styrofoam yang telah dipakai, agar tidak dipakai kembali oleh pihak lain.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar