16 Juli 2020
  • Kesehatan

Bibir kita adalah bagian penting dari tubuh, baik untuk penampilan maupun kesehatan. Ketika badan bermasalah, biasanya bibir menunjukkan tanda yang bisa jadi ‘alarm’ cukup akurat. Seperti ketika bibir pecah-pecah bisa jadi tanda panas dalam. Sebelum menjadi lebih parah, langsung minum Lasegar yang bisa meredakan panas dalam dan menyembuhkan sariawan.

Selain itu, bibir juga bisa menggambarkan gejala penyakit lain di dalam tubuh. Ketika bibir sehat, itu tandanya tubuh kita sehat, dan demikian pula dengan sebaliknya. Sebelum membahas penyakit yang bisa dilihat dari bibir, yuk kenali struktur anatomi kulit bibir seperti berikut, Sobat.

Mengenali Struktur Anatomi Kulit Bibir

Coba lihat kondisi bibir di depan cermin. Bisa terlihat kalau bibir adalah jaringan lunak yang mengelilingi bagian terbuka dari mulut. Strukturnya berdaging tanpa tulang, yang membentuk batas depan pembukaan eksternal mulut. For more information, bibir adalah struktur yang sangat fleksibel dan elastis, mengandung banyak serat kolagen, elastin dan jaringan adipose yang ditutupi oleh lapisan epitel skuamosa berlapis.

Pada bagian luar, bibir bersatu dengan kulit dan ditutupi oleh epitel keratin. Sementara pada permukaan bagian dalam, bibir menyatu dengan selaput lendir mulut dan ditutupi oleh epitel non-keratin.

Dilansir dari elemetsofmorphology.nih.gov, permukaan bibir terdiri dari empat zona yaitu kulit berbulu, perbatasan vermilion, vermilion dan mukosa mulut. Kulit bibir memiliki struktur yang berbeda dengan kulit wajah. Lapisan stratum korneumnya lebih tipis, sehingga membuatnya berwarna lebih merah daripada kulit lainnya. Tepat di bawah bagian ini, terdapat pembuluh darah yang memberi warna jadi lebih merah.

Perbedaan lainnya adalah kulit bibir tidak memiliki kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Sehingga ketika kita tidak memberinya kelembaban dengan cairan tubuh atau dari luar seperti lip-balm, kulit bibir akan lebih mudah kering karena tak bisa melembabkan diri sendiri.

Masalah yang Biasanya Dialami Bibir

Dari semua bagian bibir, yang paling sering mengalami masalah adalah vermilion dan tepiannya. Mulai dari pecah-pecah hingga sariawan. Ketika bibir pecah-pecah, penyebabnya bermacam-macam, mulai dari udara kering hingga kadar air dalam tubuh yang kurang dari biasanya alias dehidrasi.

Kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga bisa membuat bibir tidak sehat. Sedangkan kekurangan vitamin B dan C, bisa membuat bibir menjadi tak sedap dipandang. Beberapa penyakit juga bisa jadi penyebab bibir kering dan pecah-pecah, seperti alergi, gangguan tiroid, psoriasis, angular cheilitis hingga penyakit HIV.

Sementara sariawan biasanya dipicu oleh kekurangan vitamin C dan panas dalam yang membuat kondisi mulut jadi kering. Tolong jangan biasakan bernapas menggunakan mulut ya guys, karena bisa memperburuk keadaan bibir. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang punya masalah mendengkur di kala tidur.

Jangan Kupas Kulit Bibir yang Kering

Karena tak memiliki kelenjar minyak, bibir sangat mudah kering. Meski demikian, ketika kulit bibir mengering jangan sekali-sekali mengelupasnya karena akan merobek pembuluh darah dan meninggalkan noda hitam yang bikin buruk penampilan.

Kalau bibir sangat kering dan mulai mengelupas, sebaiknya perbanyak minum Lasegar untuk membantu tubuh agar terhidrasi dengan baik.  Sediakan selalu Lasegar yang dikemas praktis dalam botol, kaleng, maupun sachet di rumah. Dengan varian rasa alaminya mulai dari jeruk nipis, jeruk, jambu, stroberi, leci dan melon, cocok diminum kapan saja setiap hari.

Selain itu lembabkan bibir dengan menggunakan lip-balm atau olesan madu. Tunggu hingga kulit bibir mengelupas dengan sendirinya untuk mencegah luka dan kemungkinan infeksi jika ditarik paksa. Jika tubuh sudah terhidrasi dengan baik tetapi bibir masih pecah-pecah, ada baiknya untuk konsultasi ke dokter agar mendapatkan keterangan lebih akurat.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar