22 November 2018
  • Kuliner

Penjara mungkin bagi sebagian orang adalah tempat yang menyeramkan. Pernahkah terlintas di benak kalian memiliki pengalaman makan di lapas atau rumah tahanan? Jika belum kalian wajib datang ke Mie Jambret di Jl Raya Margonda, Depok. Interior resto Mie Jambret tidak beda dengan rumah tahanan, dengan banyak teralis besi kokoh.

Konsep desain interior ruangan, piring dan gelas dari almuniun serta ornamen sengaja dibuat menyerupai penjara. Pengunjung akan merasakan makan di balik jeruji besi persis penjara sungguhan.

Tidak hanya itu, para pelayan restoran juga dibuat menyerupai tahanan sungguhan. Mereka mengenakan seragam belang hitam putih dan topeng. Para pelayan tersebut siap mejamu para pengunjung sebagai tahanan di Restoran Mie Jambret.

Pertama kali menginjakkan kaki, kalian akan disambut oleh seorang pelayan yang memakai baju garis-garis hitam putih lengkap dengan nomor dada.  Pelayan yang bergaya seorang narapidana ini akan membukakan teralis besi sebagai pintu masuk menuju resto ini.

Suasana penjara langsung terasa ketika kalian melihat banyak blok-blok berteralis. Blok-blok berteralis besi ini merupakan ruang makan tempat kalian menyantap makanan. Blok-blok ini dinamai dengan abjad sesuai nama kejahatan yang pernah ada, seperti Blok B, untuk tahanan penipuan, Blok K untuk tahanan korupsi, dan sebagainya. Ada sekitar 10 blok ruang makan, dimana tiap blok terdapat 2 sampai 6 meja makan. Tak hanya itu, kalian juga akan disuguhi beragam banner bertuliskan tentang nasihat-nasihat kejahatan, seperti anti korupsi atau kekerasan pada wanita.

Setelah duduk memilih tempat, tak lama kemudian seorang pramusaji dengan setelan tahanan datang menghampiri dengan membawa sejumlah daftar menu.

Makanan yang tersaji di rumah tahanan ini rupanya mengandalkan mie serba pedas, sesuai level, tak tanggung-tanggung nama menunya juga Mie Jambret. Karena ada lima level kepedasan yang bisa dipilih untuk sajian 'Mie Jambret'. Level 1 dengan nama Salah Tangkap, memakai 5 buah cabe sedangkan level teratas dengan nama Hukuman Mati, memakai 100 cabe! Pasti tidak terbayang kalau makan mie dengan 100 cabe. Tapi jika berhasil menghabiskan Mie Jambret Hukuman Mati, kalian akan difoto oleh pelayan. Kemudian foto tersebut dipajang di papan bertuliskan 'Lolos Hukuman Mati'.

Dari warnanya, mie ini cukup menggugah selera. Tapi saat kami makan, rasa pedasnya langsung terasa di lidah dan membuat panas tenggorokan. Tekstur mienya sangat lembuk sehingga menempel antara satu dengan lainnya. Karenanya sulit untuk mengambil beberapa potongan mie dengan menggunakan sumpit. Rasa manis wortel juga tidak terasa pada mienya. Rasanya hanya asin, gurih, dan pedas nonjok!

Tempat penyajian makanannya juga unik, yaitu di piring stainless steel yang biasa dijadikan tempat makan para tahanan di penjara. Mienya berwarna oranye dan berukuran besar seperti lidi atau mie hokkien. Lalu dilengkapi dengan pangsit goreng. Ternyata warna oranyenya didapat karena pemakaian wortel.

Untuk minumannya, ada beragam pilihan. Mulai dari minuman bersoda hingga sari buah yang dipadu dengan susu dan bertopping whipped cream dan permen.

Selain menikmati suasana penjara dan pedasnya mie, kalian juga bisa berfoto-foto selfie di tempat ini. Hal ini banyak dilakukan oleh pengunjung Mie Jambret. Apalagi pihak restoran juga menyediakan beberapa tempat untuk para pengunjung berfoto selfie. Seperti di lantai dasar, pengunjung dapat berselfie laiknya foto seorang tahanan. Juga di lantai 3, disediakan tempat selfie yang bertema malaikat bersayap. So, suka pedas? Suka selfie? Suka yang beda? Yuk datang kesini!

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar