14 November 2018
  • Kesehatan

Sama-sama merupakan sumber karbohidrat, mie dan nasi terkadang sering dikonsumsi bersamaan. Sering juga mengganti konsumsi nasi putih dengan mie instan, dengan anggapan bahwa kalorinya tidak akan sebanyak jika kalian makan nasi lengkap dengan lauk pauk. Tapi apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan mie dan nasi sebagai sumber karbohidrat? Mana yang lebih sehat sebagai makanan sehari-hari, mie atau nasi?

Banyak pakar gizi yang menyebutkan jika kita harus pandai-pandai mengatur pola makan, khususnya dalam hal mengkonsumsi nasi maupun mie instan. Kedua makanan ini memang bisa menjadi solusi cepat dikala lapar melanda. Namun, dibalik mengenyangkannya kedua makanan ini, terdapat begitu banyak kalori yang tentu saja bisa membuat kita mengalami masalah kegemukan. Sebenarnya, manakah yang akan lebih cepat membuat gemuk, nasi atau mie instan?

 

Mie vs Nasi. Mana yang lebih Sehat?

Pada dasarnya, mie atau nasi keduanya sama-sama sumber karbohidrat. Sebagai perbandingan, 100 gram nasi putih mengandung kalori sebesar 175 kkal. Untuk kalori yang sama, dibutuhkan 50 gram mie (jenis mie kering yang belum dimasak). Jadi dalam jumlah yang sama, misalnya sama-sama 100 gram, mie akan menyumbangkan kalori yang lebih besar. Tetapi jika kalianbertanya mana yang lebih sehat, maka baik nasi putih maupun mie yang biasa kalian konsumsi keduanya kurang lebih sama. Karena kembali lagi ke konsep sebelumnya, jenis karbohidrat yang kalian konsumsi lebih penting jika dibandingkan dengan berapa banyak karbohidrat yang kalian makan.

 

Indeks Glikemik Mie dan Nasi termasuk tinggi

Indeks Glikemik adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana suatu makanan dapat mempengaruhi kenaikan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi angka indeks glikemik, semakin tinggi pula kemampuannya untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik disebut tinggi jika berada di atas angka 70, sedang jika berada pada kisaran 56-69, dan rendah jika berada dibawah 55. Nasi putih memiliki nilai indeks glikemik 73, sementara makanan sejenis mie dan pasta biasanya berada di kategori nilai indeks glikemik sedang.

 

Kalau tidak mau gemuk, makan yang mana?

Sebenarnya, makan nasi dan makan mi tidak ada yang dilarang. Yang harus menjadi pertimbangan adalah jumlah yang dimakan dan bagaimana cara pengolahannya.

Meskipun nasi menyumbang kalori, lemak, dan gula yang lebih kecil, jika porsinya berlebihan dan ditambah lauk pauk berisi aneka ragam gorengan, nasi bisa juga cepat membuat kalian gemuk. Karena itu, menu makanan kalian memang harus ditakar dan dirancang secara keseluruhan agar nutrisinya seimbang. 

Sebaiknya hindari konsumsi mi instan setiap hari karena berisiko memengaruhi tekanan darah. Sebungkus mi instan bisa mengandung 900-1.700 mg natrium. Padahal batas asupan natrium per hari orang dewasa saja 1.500 mg. Jika setiap hari makan mi instan, berapa banyak natrium yang akankalian kumpulkan dalam tubuh? Kebanyakan natrium bisa memicu kondisi tekanan darah tinggi ( hipertensi ). Mi instan bisa menumpuk kalori, lemak, dan gula yang lebih banyak. Maka, kemungkinan mi bisa meningkatkan berat badan kalian lebih cepat. Akan tetapi, tentunya ini akan terjadi jika kalian mengonsumsinya tanpa diiringi dengan aktivitas fisik yang sepadan.

 

Jadi, lebih baik makan nasi atau mie?

Selain sifat bawaan dari mie maupun nasi, bagaimana kalian menyantap jenis makanan ini juga mempengaruhi apakah salah satunya lebih sehat atau tidak. Jika kalian mengonsumsi mie instan dengan harapan untuk memangkas kalori dibandingkan dengan makan nasi dengan lauk pauk, mungkin kalian perlu mempertimbangkannya kembali. Kalori pada satu bungkus mie instan bisa mencapai 400 kkal. Belum lagi kadar lemak jenuh dan natrium yang tergolong tinggi. Jika kalian mengonsumsi 100 gram nasi dengan satu potong daging tanpa lemak ukuran sedang, jumlah kalorinya bisa jadi tidak melebihi 300 kalori. Ditambah dengan sayuran dan buah yang cenderung rendah kalori, kalian sudah mendapatkan makanan yang lengkap zat gizinya dengan jumlah kalori yang sama dengan satu bungkus mie instan.

Jadi jika kalian dihadapkan pada pilihan makan mie atau nasi, beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan kalian adalah :

  • Jenis karbohidratnya: mie yang terbuat dari biji-bijian utuh atau whole grain akan lebih baik jika dibandingkan dengan nasi putih yang termasuk biji-bijian olahan atau refined grain. Namun, beras merah atau beras hitam secara kualitas lebih baik jika dibandingkan dengan mie instan yang biasa kalian konsumsi.
  • Bagaimana cara kalian menyajikannya : menu nasi goreng bisa jadi lebih tinggi jumlah karbohidratnya jika dibandingkan dengan mie. Sebaliknya, konsumsi mie instan terkadang justru lebih menyumbang banyak kalori dibanding mengonsumsi nasi lengkap dengan lauk pauk dalam porsi secukupnya.

 

Yang paling penting, jika tidak ingin cepat gemuk dan tetap sehat, tambahkan sumber karbohidrat lain dalam menu makan kalian yang kaya akan serat seperti sayur dan buah-buahan. 

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar