10 Juni 2020
  • Kesehatan

Bulan puasa kok bikin badan tambah lebar, bukannya seharusnya membuatmu lebih bersabar? Bagi kebanyakan orang, seharian menahan haus dan lapar ternyata tidak membuahkan hasil berat badan lebih bersahabat di akhir bulan Yang sering terjadi, puasa membuat kesabaran hati jadi lebar seiring dengan ukuran tubuh yang juga turut bertambah. Terlebih selama pandemi corona ini kamu tetap di rumah saja dan jarang melakukan kegiatan fisik di luar. Kemungkinan timbangan semakin bergerak ke kanan pun makin besar.

Penyebabnya adalah pengaturan pola dan asupan makanan yang salah, guys. Biar badan kamu tetap di kondisi sebelum puasa, atau kalau bisa timbangan bergeraknya ke arah kiri, langkah pertama adalah memperhatikan menu. Mulai dari takjil sampai sahur, asupan makanan yang kamu konsumsi harus benar-benar dijaga. Perhatikan jumlah kalori yang kamu konsumsi setiap hari. Rata-rata tubuh memerlukan 1500 kalori untuk bisa beraktivitas dengan baik.

Tetapi pada bulan puasa, ada banyak makanan dan minuman yang berpotensi bikin melanggar batas maksimal jumlah kalori yang kamu perlukan setiap harinya. Biar tubuh nggak makin lebar, simak trik berikut ini agar jarum timbangan tetap berada di tempatnya.

Menu Buka Puasa

Mengawali buka puasa dengan makanan manis untuk mengembalikan energi memang disarankan. Tetapi bukan berarti kamu boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Tiga butir kurma atau satu sendok madu sudah cukup untuk membantu mengembalikan kesegaran tubuh. Imbangi dengan konsumsi air putih, minimal 3 gelas ketika berbuka puasa.

Setelah salat Magrib, barulah ambil makanan berat. Hindari gorengan dan minuman dengan kadar gula tinggi dan perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk menambah asupan serat, agar pencernaan tetap lancar selama puasa. Jangan lupa tambahkan protein dalam jumlah cukup, dan hindari lauk yang dimasak dengan santal kental atau digoreng.

Camilan Malam

Keinginan mengonsumsi camilan malam kadang tak terelakkan di bulan puasa. Jika ingin mempertahankan berat badan, sebenarnya ngemil nggak disarankan. Tapi kalau kamu sangat kepengen ngemil, usahakan untuk mengonsumsinya dua jam sebelum tidur.

Pastikan memilih camilan sehat biar badan nggak melar. Ambil saja buah-buahan secukupnya atau snack rendah lemak yang banyak beredar di pasaran. Hindari camilan dengan kadar gula dan garam tinggi seperti keripik kemasan. Kalau kepengin banget makan cake, pastikan untuk mengambil dalam porsi kecil saja dan minum 2 gelas air putih setelah ngemil.

Minum cukup air putih akan membuat tubuh terhidrasi dengan baik dan membantu mengurangi keinginan ngemil berlebihan.

Menu Sahur

Seperti buka puasa, makanan ketika sahur pun harus diperhatikan karena menjadi penopang energi selama satu hari berikutnya. Seimbangkan jumlah karbohidrat, protein dan sayuran agar badan tetap kuat beraktivitas.

Kunci tambahan untuk menjaga berat badan adalah tentang cara pengolahan makanan dari menu berbuka hingga sahurnya. Mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang adalah cara terbaik untuk menjaga timbangan tetap di tempat semula.

Untuk karbohidrat, kurangi porsi jadi setengah dari hari biasa dan tambahkan menu sayuran atau lalapan untuk menambah serat. Tambahkan minimal 3 gelas air putih dan jangan lupa untuk selalu menyediakan Lasegar di rumah untuk berbuka puasa dan sahur.

Dengan kandungan bahan alami dalam larutan penyegar Lasegar, tubuh akan tetap sehat dan terhindar dari panas dalam serta keseimbangan cairan pun terjaga. Badan tidak akan mudah lemas, puasa pun jadi lebih lancar.

Bagikan Kesegarannya

Tinggalkan Komentar